Water Checker Untuk Desa Kertayasa

Pangandaran – Selasa (10/12) Dosen Program Studi Teknologi Kelautan (TKL) Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). PKM dilaksanakan di Dusun Bantar Kawung Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Acara dibuka langsung oleh Ketu Prodi TKL Yuni Ari Wibowo, S.T., M.T. Tema yang diangkat pada kegiatan PKM tersebut adalah Sosialisasi dan Peragaan Alat Pemindai Kualitas Air.

Desa Kertayasa merupakan desa mitra Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran. Kegiatan PKM Prodi BDI, PHL dan TKL semuanya dilaksanakan di Desa Kertayasa. Setiap prodi memberikan kontribusi untuk kemajuan pengelolaan perikanan. Dari pembibitan dan pembesaran hingga pengolahan hasil ikan. Jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan patin. Dari upaya kegiatan yang telah dilaksanakan pada kegiatan PKM sebelunya sudah menghasilkan dampak yang begitu positif. Dalam menunjang kegiatan budidaya ikan patin di Desa Kertayasa, Dosen Teknologi Keluatan Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, membuat sebuah inovasi alat yang dinamakan “Water Checker”. Alat tersebut dibuat langsung oleh dosen TKL dalam rangka memudakan pembudidaya ikan dalam mengetahui kualitas air yang ada di kolam ikan.

Arif Baswantara, S.I.K., M.Si menjelaskan dan mempergakan langsung Water Checker di hadapan masyarakat. Dalam kegiatan budidaya ikan kualitas air itu sangat penting untuk diketahui, dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kadar air dan ikan yang ada didalamnya. Dengan adanya peragaan Water Checker, beberapa masyarakat secara langsung memperaktikan alat tersebut di kolam yang lainnya, untuk mengetahui kualitas air yang ada. Namun dari sekian kolam yang di cek kadar air nya, semuanya dalam kondisi aman dan baik.

Holil selaku ketua kelompok masyarakat Desa Kertayasa mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan PKM bersama Politeknik KP Pangandaran ini telah membuahkan hasil. Probiotik ikan yang diberikan pada kegiatan PKM sebelumnya, telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Dari situ terlihat sangat jelas bahwa ikan yang diberikan probiotik, ikan tumbuh besar dengan cepat, 1 kg hanya beriisikan  3 ekor ikan, sedangkan yang tidak menggunakan probiotik 1 kg berisikan 6 hingga 7 ekor ikan. Maka dari itu dengan adanya Water Checker yang dibuat oleh dosen TKL Politeknik KP Pangandaran dan telah diberikan kepada kelompok masyarakat dapat lebih membantu perkembangan budidaya ikan khususnya ikan patin. Sehingga akan memberikan peningkatan keuntungan kepada masyarakat dan berdamak pada kesejahteraan masyarakat. (psp).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *