Dosen dan Pegawai Politeknik KP Pangandaran Kenakan Baju Adat Nusantara Tidak Membatasi Ruang Gerak dalam Beraktivitas

Pangandaran – Selasa (28/01) Setiap hari selasa kami segenap civitas akademika menggunakan seragam baju adat nusantara, sebagaimana surat edaran dari Menteri Kelautan dan Perikanan. Pada hari ini pengawas Ujian Akhir Semester (UAS) tahun akademik 2019/2020, dosen dan pegawai menggunakan baju pangsi, kebaya dan lainnya. Meskipun kami menggunakan baju adat nusantara tidak berarti ruang gerak kami terbatas. Namun dengan menggunakan pakain adat nusantara ini dosen dan pegawai terlihat begitu anggun dan berkarisma.

Sepertinya halnya Ega Aditya Prama dosen Budidaya Ikan (BDI) begitu berkharisma dengan baju adat sunda yang sering disebut Baju Pangsi ditambah ikat kepala bercorak hitam putih. Tidak hanya kaum adam yang tampil beda, namum kaum hawa pun tak kalah anggun seperti yang dikenakan oleh Indra Kristiana wanita kelahiran Jawa Timur ini mengenakan kebaya, ruang gerak kami tidak tebatas meskipun mengenakan kebaya. Baju adat nusantara memang sebagai identitas negeri ini, so berbanggalah dengan banyaknya keanekaragaman adat dan budaya. Bangga jadi Anak Indonesia. (psp).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *