Taruna Madya Ikuti Kompetisi Kewirausahaan

Pangandaran – Unit Kewirausahaan Politeknik Kelautan danPerikanan Pangandaran yang di ketuai oleh Rani Rehulina Tarigan, M.P pada hari Selasa (02/02) kemarin mengadakankegiatan Kompetisi Kewirausahaan Taruna Semester III secara daring. Kegiatankompetisi di buka langsung oleh Direktur PKPP DH. Guntur Prabowo, A.Pi., M.M.Adapun dewan juri pada acara kompetisi berlangsung adalah Yudhi Winarsono,A.Pi., Irman Jayawardhana, M.Sc dan Satriya Abrian, M,Sc.

Rani menyampaikan bahwa terdapat 4 (empat) komponenpenilaian pada kegiatan kompetisi tersebut yakni ide bisnis, proposal bisnis,presentasi, dan pameran (prototype/poster). Setiap kelompok terdiri dari 5orang peserta. Dari adanya kegiatan kompetisi ini bisa dilihat berbagai idebisnis yang buat oleh taruna. Kegiatan kompetisi ini diikuti oleh semua tarunamadya semester III melalui link zoom yang telah disediakan. (psp).

Direktur Dan Tim Melaksanakan Kegiatan Studi Banding Dalam Upaya Pembentukan Desa Mitra

Pangandaran – Rabu (03/02) Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran DH. Guntur Prabowo, A.Pi, M.M didampingi oleh Pudir I Dr. Yaser Krisnafi., M.T, Kepala UPPPM Deden Yusman Mulid, M.Si beserta Sekretaris Nusaibah, M.Si melaksanakan kegiatan studi banding dalam upaya pembentukan desa mitra ke kelompok Pembudidaya Ikan Mino Ngremboko Bokesan Sleman dan Desa Ponggok Klaten, Jawa Tengah pada hari Selasa (02/02).

Direktur dan Tim di Pembudidaya Ikan Mino Ngremboko Bokesan Sleman di terima langsung oleh ketua kelompok Wiranto Dwi S. Telah diketahui bahwa eksistensi Kelompok Ikan Mino Ngremboko yang berada di Dusun Bokesan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman sebagai Kampung Nila, karena komoditi yang paling banyak dibudidayakan oleh warga Bokesan adalah ikan nila. Dusun Bokesan diapit dua sungai besar yaitu Kali Opak dan Gendol, airnya bersih dan kaya sumber mineral sehingga cocok sebagai lahan budidaya Ikan Nila. Berbagai penghargaan pun telah diraih oleh Kelompok tersebut.

Untuk kegiatan kunjungan berikutnya ke Desa Ponggok. Direktur dan tim diterima langsung oleh Sugeng Raharjo selaku kasi kesejahteraan dan Pelayanan Desa Ponggok. Sugeng Raharjo menjelaskan bahwa Desa Ponggok berada diantara kaki Gunung Merapi dan Merbabu sehingga memiliki sumber air yang melimpah. Debit air yang dihasilkan oleh mata air di sana mencapai 735 liter per detik. Warga desa pun memanfaatkan potensi ini dengan memelihara ikan, mengembangkan wisata air dan masih banyak lagi.

Uniknya masyarakat desa Ponggok membudidaya ikan tidak dengan membangun kolam-kolam ikan, pemeliharaan ikan dilakukan dengan konsep mina padi, yakni pemeliharaan ikan di lahan sawah dan pemeliharaan ikan dengan menggunakan aliran anak sungai. Konsep ini dikembangkan di Ponggok lantaran besarnya debit air di lokasi itu. “Selain itu kegiatan para petani dalam proses budidaya yaitu permodalan untuk benih dan pakan di bantu langsung oleh BUMDES (Badan Usaha Milik Desa)” jelas Sugeng saat diskusi berlangsung.

Desa Mitra merupakan salah satu program kerja yang akan dilaksanakan oleh kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran. Pada program Desa Mitra kali ini, akan dilakukan kegiatan berupa pengembangan desa wisata dan pengembanagn kelompok budidaya ikan yang berada di Pangandaran. (psp).